Saya adalah seorang istri, yang dengan cinta selalu menemani seorang suami, menghabiskan seluruh umur untuk tempat berbagi dan teman saling mengingatkan. Suami bagi saya adalah raja yang harus diiyakan seluruh perkataannya. Dan tak ada secuilpun alasan untuk saya meninggalkannya ataupun menghianatinya.
Saya adalah seorang umi. Umi dari seorang anak. Sosok mungil bermata sayu adalah dia. Dia merupakan inspirasi dalam melakukan berbagai hal. Dia adalah penawar dari rasa cemas, penghibur diantara rasa bosan. Bak mutiara yag selalu berkilau menerangi di penghujung jalan yang buntu.
Saya adalah seorang pendidik, yang dengan seluruh kemampuan berjuang untuk peserta didik yang saya ajar.Tepat di sebuah Taman Kanak-Kanak setiap hari saya menghabiskan waktu siang. Ya.. untuk menemani anak-anak bermain. Sekedar bercanda, bernyanyi-nyanyi, bercerita, bertepuk-tepuk dan sebagianya yang sangat tidak memerlukan kegiatan otak. Begitu orang-orang menilai. Sedang yang saya rasa lebih dari sekedar itu. Saya merasa mengajar di taman kanak-kanak adalah hal yang sangat mulia. Perlu perjuangan, pemikiran yang cemerlang,ide-ide yang kreati dan inivatif dan satu hal lagi yang mungkin tak pernah terfikir oleh orang-orang, adalah keikhlasan hati dan ketulusan. Dalam mendidik di jenjang prasekolah ini tdak hanya sekedar mengajak bernyanyi, berhitung,menulis tetapi ranah afektif, moral dan agama sangat kita perhatikan. Dimana disitulah peran pendidik prasekolah untuk meletakkan dasar, pondasi untuk bekal kelak mereka dewasa. Untuk itu teman-teman sejawatku, janganlah merasa kecil dengan apa yang telah engkau jejakkan selama ini. Karna ketahuilah jejak itu amatlah mulia. Dimata Allah juga untuk kehidupan para peserta didikmu nanti.
